Langsung ke konten utama

Mengurangi hutang kartu kredit



Power Cash (PC), Auto Installment (AI), dan Transfer Balance (TB).
Dengan cara ini pengguna kartu kredit membayar hutang dengan hutang. Namun hutang tersebut aman karena tidak ada bunganya. Hutang tersebut pun mereka gunakan sebagian besar untuk hal-hal yang produktif yang menghasilkan.
Pengaturan cash flow keuangan sangat penting , selama dapat “menunda” pembayaran hutang ke Bank, tunda lah sebisa mungkin karena nilai uang akan semakin turun. Namun pastikan anda berhutang untuk hal yang produktif, sehingga disaat anda ingin menutup semua hutang-hutang di CC tersebut, anda sudah memiliki uang yang berlebih. Jangan sekali-sekali tidak membayar hutang ke Bank, karena anda akan terkena BI Checking dan susah untuk berurusan dengan pihak Bank di kemudian hari.
Banyak orang yang mengeluh seperti ini, “limit saya kecil.” Mendengar keluhan ini, rasanya jengkel banget. Bukan apa-apa, sukses atau tidaknya anda bukan ditentukan oleh kecil atau besarnya limit kartu kredit anda. Lalu, apa yang bisa membuat saya sukses di bisnis kartu kredit?
Bukanlah masalah asal anda punya mental yang kuat. Anda punya planning bisnis yang mumpuni, maka anda tinggal menjalankannya saja. Yup, yang penting itu action dulu, nggak perlu anda nunggu limit anda besar dulu. Gimana anda bisa sukses jika untuk mengelola limit kecil anda aja tidak pernah, kok mau ngelola kartu kredit dengan limit besar.
Bisnis kartu kredit itu memang susah-susah gampang. Banyak orang yang gagal ya karena itu, mereka cari limit besar dulu baru melangkah. Padahal, saya sudah membuktikannya lewat pengalaman saya sendiri. Ibarat “kecil-kecil cabe rawit,” limit kecil bisa membantu anda mendapatkan uang yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan kali lipat lebih besar dari itu. Hargailah proses, proses itu ya mulai dari yang kecil dulu. Lha wong kita bisa berjalan aja dimulai dari merangkak dulu kok.
Jadi, kalau anda punya limit kartu kredit kecil, jangan anda langsung berkecil hati. Lakukan dulu bisnis yang ingin anda jalankan.Ingat, ketika anda action, hanya ada dua kemungkinan, gagal atau sukses. Namun kalau anda tidak action hanya dengan alasan nunggu limit besar, maka cuma ada satu kemungkinan, yaitu gagal, karena anda tidak pernah mencobanya. Take action now!

Sumber: http://www.creditcard-revolution.com


kunjungi web kami: gestunboss.com / gestunboos.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasehat tentang gestun

Nasehat Tentang Gestun  Gesek tunai merupakan solusi yang praktis jika kita ingin menarik uang melalui kartu kredit. Hal ini karena biaya yang dikenakan jauh lebih murah dibandingkan dengan tarik tunai via ATM. Meski demikian, pengguna jasa gestun harus tetap waspada dalam bertransaksi. Jangan sampai Anda menjadi korban bisnis gestun “nakal.” Nah, untuk menghindarinya, kami akan berikan tips bertransaksi gestun dengan aman. Check it out!
Mencari merchant yang terpercaya adalah salah satu tips bertransaksi gestun dengan amanTips bertransaksi gestun dengan aman yang pertama adalah lindungi kartu kredit Anda. Cara yang paling gampang adalah dengan menutup CVV / CVC. CVV atau CVC adalah 3 – 4 nomer dibelakang kartu. kami mempunyai cara khusus yang kami pelajari dari pengalaman kami bagaimana kartu kredit yang di titipkan untuk program Pelunasan tidak terdeteksi oleh bank dan di anggap sebagai transaksi biasa, itulah kenapa banyak customer kami yang puas dengan pelayanan kami karena kami …

Gestun tarik tunai

Pusing dengan tagihan kartu kredit anda, kami bantu untuk Melunasi dengan rate rendah (all kartu) Jakarta barat    : mall taman palem cp ; 0878.7878.3.666 jakarta pusat    : mangga dua square jakarta selatan : jln.haji nawi note respon cepat: harap W`A (0853.111.78.111) konsultasi gratis dan ketik dana tunai,apabila kami sibuk,silahkan tinggalkan nama dan no hp agar kami dapat mengubungi anda …
kunjungi web kami: gestunboss.com / gestunboos.com

Gesek tunai palem

KABAR GESTUNKabar Gestun Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan membatalkan niat untuk mengintip transaksi dalam kartu kredit nasabah perbankan. Padahal rencana tersebut sudha bergulir sejak beberapa waktu yang lalu. Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi memandang, data transaksi yang ada di dalam kartu kredit tidak akurat untuk menghitung potensi kewajiban membayar pajak dari wajib pajak perorangan. “Kartu kredit itu bukan potensi yang sebenarnya. Inget ya kartu kredit itu nasabah peminjam bukan penyimpan. Jadi enggak akurat. Saya enggak perlu,” tuturnya di Kanwil LTO Ditjen Pajak Sudirman, Jakarta, Jumat (31/3/2017). Ken juga mengaku telah mengirimkan surat pemberitahuan terkait pembatalan penarikan data transaksi kartu kredit nasabah ke seluruh perbangkan dan lembaga penyelenggara kartu kredit. Sebelumnya Ditjen Pajak memang telah mengirimkan surat melalui Direktur Teknologi dan Informasi Perpajakan pada 23 Maret 2017 untuk meminta penyampaian data kartu kre…